Cari

Kamis, 09 April 2026

Tutup
Ilustrasi - Dua anak mendorong motor saat banjir
Sumber :
  • ANTARA

Anak Hujan-hujanan Bikin Sakit, Benarkah? 

Sebagian orang tua menganggap aktivitas anak-anak hujan-hujanan sebagai salah satu penyebab anak terserang penyakit, tapi benarkah demikian?
Selasa, 3 Desember 2024 - 15:03 WIB

Bandung, tvonenews.com - Seringkali kita temukan sejumlah anak bermain hujan-hujanan dengan riang gembira, terutama saat musim penghujan.

Sebagian orang tua menganggap aktivitas anak-anak tersebut sebagai salah satu penyebab anak terserang penyakit, tapi benarkah demikian?

Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama mengatakan kebiasaan tersebut sebenarnya sama sekali tidak membuat anak mudah jatuh sakit.

“Yang membuat anak sakit itu jika imunitasnya turun ya,” ucap Ngabila, dikutip Selasa (3/12/2024).

Selain imunitas, penyebab lainnya adalah masuknya kuman, bakteri, jamur atau virus ke dalam tubuh.

Adanya zat asing yang masuk tersebut berpotensi menyebabkan anak mengalami sejumlah penyakit, misalnya terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) berupa batuk dan pilek, pneumonia, demam berdarah, diare, hepatitis A, leptospirosis, penyakit kulit, termasuk flu Singapura.

Ngabila turut menekankan hujan-hujanan berisiko membuat seseorang tertusuk benda tajam seperti paku, tergigit ular, tergigit tikus yang menyebabkan leptospirosis, terkena penyakit kulit dan masuknya kuman dari genangan air atau banjir yang kotor.

“Jadi tidak hanya anak-anak, semua orang wajib menggunakan alas kaki,” kata Ngabila.

Oleh sebab itu, Ngabila berpesan agar orang tua tidak abai terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya. Pastikan anak mendapat cukup nutrisi dari sayur dan buah yang mengandung banyak air seperti jeruk, semangka, timun, selada dan brokoli.

Asupan cairan anak juga perlu diperhatikan supaya tidak mengalami dehidrasi. Orang tua dapat mengingatkan untuk meminum air satu gelas sebelum dan sesudah beribadah.

“Anak sebaiknya segera minum tanpa harus menunggu haus,” ujarnya.

Makanan lain yang perlu dikonsumsi oleh anak adalah vitamin C dan vitamin D3 yang membantu meningkatkan imunitas. Vitamin C dapat ditemui di dalam jeruk, mangga dan stroberi, sedangkan vitamin D3 berasal dari ikan laut seperti ikan tongkol, salmon dan tuna atau susu beserta olahannya yakni yogurt dan keju.(ant/ito)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Jangan Lewatkan

img_title

Dedi Mulyadi 'Bapak Aing' Permudah Bayar Pajak Kendaraan, Petugas yang Persulit Langsung Dinonaktifkan

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) langsung melakukan evaluasi dan memastikan adanya tindakan terhadap petugas.
img_title

Dari Kota Cimahi ke Panggung Nasional, 5 Artis Ini Asli Berasal dari Kota Militer

Tak sedikit orang mengira para artis ini berasal dari Bandung. Padahal, jejak kehidupan mereka kuat di Cimahi dari masa kecil hingga awal perjalanan karier.
img_title

Gox! Persib Putri U-11 Juara JSSL7, Unjuk Gigi di Kategori U-12 di Singapura

Di partai final yang berlangsung di Our Tampines Hub, Minggu (5/4/2026), tim muda Persib tampil percaya diri, berhasil menaklukkan tuan rumah Lion City Sailors
img_title

Jangan Lupa Bawa Payung dan Jas Hujan! Prakiraan Cuaca 9 April 2026, Bandung Raya Hujan Mulai Siang Sampai Sore

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bandung Raya pada Kamis 9 April.
img_title

Dear Juventus, Niat Bajak Federico Chiesa dari Liverpool Gak Bakal Mudah, Napoli juga Mau

Meski jarang menjadi starter di Liverpool, Chiesa sebenarnya tak buruk-buruk amat saat diturunkan sebagai pemain pengganti. Beberapa kali ia dianggap sebagai..
img_title

Dari Atletik hingga Angkat Besi, Indonesia Tunjukkan Kekuatan di SEA Games 2025

Prestasi yang diraih memicu gelombang antusiasme publik di media sosial.